Minggu, 12 Juni 2011

Efek Rumah Kaca - Indie Lokal Yang Mengangkat Paradigma

Jika ditelaah keadaan pasar musik di tanah air memang tidak bisa dipungkiri lagi,  mayoritas menggunakan tema cinta yang paling diandalkan dalam menjarng target. Entah itu bercerita tentang kisah hubungan dua insan atau bisa bercerita tentang rayuan gombal. Lihat saja band-band baru yang bermunculan sekarang mulai dari A – Z. Sebagian besar menggunakan materi cinta untuk mengekspos karyanya.

Apa tidak ada tema lain ?

Mengangkat paradigma yang ada dengan tembang “Cinta Melulu”,  merupakan gambaran tersendiri bagi saya mengenai musik dari grup indie lokal “Efek Rumah Kaca”. Musik bukan hanya untaian nada – nada atau lantunan melodi yang indah, tetapi juga sebagai media ampuh untuk meluapkan suatu perasaan yang banyak melibatkan imajinasi.


Dengar dan rasakanlah setiap bait yang ada di dalam track “Kamar gelap”, yang mendeskripsikan akan kehampaan yang berbisik dalam dinding ruang,

Yang kau jerat adalah riwayat  …
Yang bicara adalah cahaya …





Dan dengan sentuhan “Insomnia” , sebuah kegalauan akan malam dibalut dengan nada harmonis.

Jika sebuah kerinduan di dalam hujan menjawab semua mimpi indah di lagu “Desember” , maka di tembang lain seperti “Banyak Asap Disana” mengangkat tema sosial dalam lagunya.


Memang pengaruh nuansa musik Radiohead sedikit menginfluence, terdengar di beberapa tembang. Tetapi mereka berhasil menjadi diri sendiri lewat olahan aransemen jeniusnya. Dan menjadikan sesuatu yang beda dengan lainnya di lirik-lirik tajamnya.

Begitulah kehidupan yang indah ini, begitu banyak menyimpan misteri indah, yang dapat menjadi inspirasi untuk menciptakan sebuah lagu.

Support Local Music !!!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar